expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Tuesday, September 4, 2012

Kategori ghibah || Boleh atau tidak?

Salam semua.. Apa khabar pagi ni? Hope semuanya ok. Saya sendiri masih batuk-batik sedikit dan selesema. InsyaAllah makin sembuh. Sebelum ni saya ada share dengan anda tentang perbuatan ghibah atau pun dikenali sebagai mengumpat dalam entri INI. Benda ni memang dah jadi lumrah di mana-mana pun sebab manusia dikurniakan dengan pancaindera yang boleh memberikan/menyampaikan sesuatu melalui komunikasi semua pancaindera ni. 

Hari ni saya nak kupas sedikit lagi tentang kategori-kategori ghibah yang mungkin boleh jadi panduan untuk anda dan saya sendiri dalam bermuhasabah diri. 

Melalui catatancintaabi.wordpress;



Ghibah dengan lisan itu diharamkan karena dengan ucapan itu menjadikan orang lain tahu tentang kekurangan saudaramu, dan juga merupakan pembeberan dari sesuatu yang ia benci.


Menunjukkan sesuatu sama artinya dengan penegasan, perbuatan dalam hal ini sama saja dengan ucapan, demikian pula isyarat, tulisan, gerakan dan segala sesuatu yag menjadikan orang lain faham akan maksudnya maka masuk dalam kategori ghibah, dan ini semua haram. 


Rupa-rupanya ghibah bukan sahaja dari segi percakapan. Ia boleh jadi daripada penulisan atau perbuatan sebagaimana berikut :



Termasuk juga dalam hal ini menceritakan keadaan seseorang, meniru orang cacat, atau menyerupai jalannya, maka ini juga termasuk ghibah, bahkan lebih parah dari sekedar Ghibah karena dalam hal ini bukan sekedar memberi gambaran dan menjelaskan namun lebih dari semua itu. Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melihat Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan keadaan seorang wanita maka berliau bersabda: “Saya tidak senang bila menghikayatkan orang lain meskipun saya diberi ini dan itu” 

Daripada pengamatan saya sendiri, ghibah itu adalah bercakap sesuatu yang benar (aib) kepada seseorang yang lain. Kalau cakap benda yang salah maka ia kategori fitnah. MasyaAllah.. 


Berkata Mu’adz bin Jabal: “Seorang laki-laki di sebut-sebut di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka mereka mengatakan: “Orang ini sangat lemah! Maka Nabi bersabda: “Kalian semua telah melakukan Ghibah terhadap saudaramu.” Mereka lalu mengatakan: “Wahai Rasulullah kami mengatakan apa adanya!” maka beliau menjawab: “Jika yang kalian katakan benar adanya maka kalian telah Ghibah terhadapnya, dan jika yang kalian ucapkan tidak benar adanya maka berarti kalian berdusta (menuduhnya)”. (HR. Abu Dawud 4875 dalam Adab, At Tirmidzi No. 2503 dan 2504), dan Ahmad 136/6 dan Isnadnya Shahih).

Berkata Al-Hasan: Menggunjing orang ada tiga macam yaitu: al-Ghibah, al-Buhtan dan al-Ifk. Keseluruhanya ada dalam Kitabullah. al-Ghibah yaitu: kamu katakan sesuatu (aib) yang benar-benar terjadi apa adanya. al-Buhtan yaitu: kamu katakan apa-apa yang tidak benar adanya. al-ifk yaitu: kamu katakan segala sesuatu yang sampai ke telingamu.

Dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Semua muslim terhadap muslim yang lain adalah haram, baik itu darahnya, hartanya dan juga kehormatannya. (Penggalan hadits Riwayat Muslim No. 2564)

Sungguh besar makna ghibah itu. Mungkin antara kita sudah semestinya pernah melakukan ghibah. Secara peribadi, saya sendiri sudah faham sedikit tentang ghibah ini. Alhamdulillah saya sudah kurangkan bercakap tentang hal orang lain melalui apa-apa saluran/kaedah. Diam itu lebih baik. Sakit memang sakit tapi sabar itu lebih baik dan besar ganjarannya. InsyaAllah mana yang kurang akan saya perbaiki. Seperti pepatah Melayu, kerana mulut badan binasa.. Memang bukan mudah kita nak berubah jadi baik daripada jahat. Tapi nak jadi lebih baik daripada baik lagilah sukar. Sebab tu ramai gagal di peringkat 'baik' sahaja. :)

Ada juga hukum mengatakan kalau tidak menyebut nama individu tersebut, maka ghibah dibolehkan. Walau bagaimanapun ia bergantung kepada keadaan. Seperti mana dalam petikan jalmilaip.wordpress berikut: 

Jika ghibah tidak didasari prasangka dan tidak bermaksud untuk mencari-cari keburukan orang lain dan tidak menyebutkan nama / identitas atau indikasi yang mengarahkan kepada seseorang, dan ghibah itu ditujukan untuk manfaat yang lebih besar maka ia termasuk ghibah yang dikecualikan ( istitsna’iyah ), tidak masuk dalam kategori ghibah yang diharamkan dalam hadis berikut:“Tahukah kalian apakah ghibah itu?” tanya Rasulullah. Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Lalu beliau melanjutkan, “Yaitu kamu menyebut saudaramu dengan hal-hal yang ia tidak suka untuk disebut.” Lalu, seseorang bertanya, “Bagaimana bila apa yang aku katakan itu ada pada diri saudaraku yang aku ceritakan?” Beliau menjawab, “Bila apa yang kamu ceritakan itu ada pada diri saudaramu, maka kamu telah melakukan ghibah terhadapnya. Dan bila apa yang kamu katakan itu tidak ada pada diri saudaramu, berarti kamu telah mengada-ada tentangnya ( menfitnahnya ).” (HR Muslim).

Ghibah dengan menyebutkan nama jika penting dan bermanfaat bagi kemaslahatan yang lebih besar serta dibutuhkan untuk kejelasan solusi maka masih dalam kategori ghibah yang dikecualikan / boleh. Misalnya, cerita kepada mufti ( ahli hukum ) untuk meminta fatwa. Seperti keluh kesah seorang istri yang menceritakan suaminya yang sangat bakhil hingga menelantarkan keluarganya, maka sang istri tersebut mengambil harta suaminya secara diam-diam.

Dalam masyarakat kita di Malaysia, budaya ghibah ni sering dikaitkan dengan wanita. Tapi now, kaum Adam juga turut terjebak sama. Susah saya nak lihat kaum lelaki sekarang yang tidak bergosip. Sometimes, mereka lebih hebat bergosip/berghibah daripada wanita. Dunia semakin hampir ke penghujungnya.. Tapi saya tak kata semua lelaki. Saya lebih suka lelaki yang cool dan relax. Apa-apa pun berlaku dia hanya bagi nasihat baik-baik dan selebihnya terpulang pada pihak lagi satu. Bukan menambah minyak dalam bara api atau melaga-lagakan. Kalau ada yang cuba berghibah, dia akan slow down dan ajak ke arah yang lebih baik. Barulah perfect!;)


Okla, ini sahaja yang saya nak share dengan anda pagi ni. InsyaAllah akan saya share lagi ilmu-ilmu sebegini lebih banyak kalau ada masa dan idea.:)


Cik Misya : Terima kasih kepada pengghibah kerana memberikan pahala.

1 comment :

Pn. Sheila@CC said... Reply To This Comment

nice entry... 1st time akak dgr pasal ghubah nie...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...